Tips Aman Bertransaksi secara Digital di Tengah Pandemi

Tercatat pada Juli 2020 lalu, Bank Indonesia menemukan pertumbuhan nilai transaksi berbasis elektronik yang menguat lebih dari 24%. Lebih lanjut, pertumbuhan yang tinggi juga ditemukan pada nilai transaksi menggunakan aplikasi perbankan digital, yaitu hingga lebih dari 38%.

Fenomena tersebut terjadi bukan tanpa alasan. Hidup di tengah masa pandemi seperti sekarang ini telah sedikit banyak mengubah gaya hidup dan perilaku kita. Salah satu aktivitas yang sangat nyata perbedaannya sekarang adalah memutuskan untuk berbelanja online lebih sering dibandingkan dengan berbelanja offline atau secara konvensional. Pembatasan jarak dan kegiatan masyarakat yang dilakukan di laur rumah mendorong orang untuk mulai melakukan transaksi berbasis digital, hingga lambat laun menjadikannya kebiasaan pula.

Tips Bertransaksi Digital Selama Pandemi

Menyadari peningkatan signifikan yang terjadi di sektor online, serta penggunaan platform keuangan dan transaksi berbasis digital, kita harus turut meningkatkan kewaspadaan agar dapat menikmati pengalaman mudah ini secara lebih aman dan nyaman. Melansir tips yang dibagikan sendiri oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Indonesia, berikut tiga tips utama bertransaksi secara tepat melalui akses online selama masa pandemi masih berlangsung:

  1. Hindari menggunakan koneksi publik

Sesuai dengan namanya, transaksi yang dilakukan berdasarkan prinsip digital menitikberatkan pada akses ke laman maya menggunakan koneksi internet pula. Terdapat dua variasi koneksi internet yang umum kita gunakan saat ini, yaitu koneksi pribadi dan koneksi umum, baik dalam bentuk paket data maupun Wifi.

OJK menyarankan bagi masyarakat untuk sebisa mungkin menghindari penggunaan koneksi yang bersifat publik, baik untuk akses melalui paket data atau Wifi. Hal ini tidak lain guna mencegah adanya risiko tinggi akan pencurian data. Masyarakat dihimbau untuk menggunakan koneksi internet yang aman, yaitu paket data pribadi atau Wifi lokal.

Selanjutnya, memantau setiap notifikasi yang diterima dari setiap transaksi juga bersifat penting. Jika ada notifikasi atas sebuah transaksi yang tidak diketahui atau mencurigakan, segera laporkan ke pihak bersangkutan atau lembaga-lembaga keuangan terkait.

  1. Berbelanja di laman terpercaya

Seperti yang tadi sudah disebutkan, salah satu kejadian yang umum dijumpai di saat masa pandemi seperti sekarang ini adalah berbelanja secara online, misalnya karena alasan pembatasan aktivitas maupun efisiensi pengalaman belanja yang memang ditawarkan dari cara seperti ini. Yang harus diperhatikan kemudian adalah tempat berbelanjanya.

Pastikan, Anda hanya berbelanja di situs atau platform yang terpercaya. Dewasa ini, banyak alternatif yang dapat dijadikan tempat berbelanja, mulai dari platform e-commerce, situs perusahaan, laman pribadi, atau aplikasi transportasi dan belanja online.

Untuk memudahkan Anda dalam memilih tempat berbelanja, Anda bisa langsung menuju tempat-tempat yang memang sudah memiliki reputasi baik sebagai sarana berbelanja online, atau hanya mengunjungi laman yang bersifat resmi. Tentunya, tempat-tempat terpercaya akan memberikan kesempatan bertransaksi bebas penipuan dan mampu bertanggung jawab untuk segala ketidaknyamanan Anda.

  1. Rutin mengganti identitas online

Anda tentu sudah tahu bahwa transaksi yang dilakukan di laman maya, atau menerapkan sistem online atau digitalisasi, akan sarat dengan ketentuan yang meliputi, antara lain, kepemilikan akun, serta identitas untuk dapat menggunakan akun tersebut. Secara umum, seseorang harus memiliki akun dan kata sandi guna dapat turut memanfaatkan pengalaman bertransaksi secara digital.

Jika Anda termasuk yang cukup sering melakukan belanja atau transaksi secara digital, Anda sangat disarankan untuk mengganti kata sandi secara rutin. Usahakan pula untuk menggunakan kata sandi dengan keamanan yang kuat agar membantu Anda terhindar dari bahaya pembobolan akun oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Termasuk ketika Anda memiliki sejumlah akun di tempat berbeda untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan online Anda. Kewajiban mengganti kata sandi secara rutin juga sebisa mungkin dibarengi dengan pemilihan kata sandi yang dibedakan untuk tiap akunnya. Pada akhirnya, pastikan Anda tidak pernah memberitahukan kata sandi, PIN, OTP, atau komponen kredensial lainnya pada orang lain, apalagi pihak-pihak yang tidak dikenal. Simpan kata sandi secara tertutup, namun cobalah untuk merekam jejak digital Anda sebagai bukti setiap transaksi.

Tips tadi dapat Anda lakukan baik ketika masih berada di masa pandemi atau di kemudian hari pada kesempatan-kesempatan biasanya. Selain menerapkan ketiga tips dari OJK di atas, berikut beberapa hal yang bisa menambah kewaspadaan Anda selama melakukan transaksi digital:

  • Memastikan kembali kredibilitas tempat berbelanja

Anda bisa meminta rekomendasi, atau mencari informasi yang mendukung tentang tempat-tempat yang bisa Anda kunjungi untuk berbelanja online.

  • Jangan tergiur harga murah

Maraknya diskon atau promo yang ditawarkan jangan sampai membuat Anda lupa diri, hingga terpancing dan terjerumus ke lubang penipuan.

  • Buat salinan akan data pribadi dan informasi finansial Anda sendiri di tempat yang aman untuk membantu Anda ketika sewaktu-waktu lupa.
Share Button